13 March, 2010

Trip Laskar Pelangi #1


Hari pertama
Sabtu, 13 maret 2010

Ikutan tur Belitung bersama Sunburst Adventure. Meeting point di bandara soekarno hatta jam 5 pagi. Karena penerbangan dijadwalkan ikut yang jam 6.20, mau gak mau saya harus bangun jam 2.30 dini hari. Saat teman2 kos masih terlelap, saya sudah harus mandi berdingin2 ria. Brrr...

Jam 3.20 berangkat ke pool bis Damri diantar teman. Tengkyuh, bang. Hehe... Ternyata ojek pagi buta gitu blm ada. Karena gak dapet bis Damri jam 3.30, yah mau gak mau naik yg jam 4. Masih tersisa hawa2 ngantuknya, selama perjalanan Bekasi-Bandara saya tidur. Lumayan 1 jam. Saking nyenyaknya tidur badan ampe miring2 dan...jdukk...pipi saya kepentok. Auch...sakit. Hiks...tapi tetep...lanjut tidurnya. Hahay...

Jam 7.20 sampai juga di bandara hanandjoedin. Benar2 bandara imut2. Kecil. Lebih kecil daripada adisutjipto jogja. Dan belt conveyor panjangnya cuma 4-5 meter dan gak muter. Jadi, klo yang punya belum ambil bagasi, dilemparlah itu tas. Hahaha...parah.

Keluar dari bandara. Seperti bukan keluar dari bandara. Area sekitar bandara, rumah2 penduduk jarang2. Jarak rumah satu dengan lainnya sekitar 3-4 meter. Tanpa pagar. Pasti lebih akrab ama tetangganya. Mantap gan.

Destinasi pertama adalah makan Mie Belitung 'Atep'. Rame gila. Semua tur agen mampir ke situ. Jadinya ANTRI!! Hadehh!!

Rasanya mie belitung? Mmm..bagaimana ya mendeskripsikan. Mie basah diguyur kuah kental (hujan..kale diguyur...) Ada taoge, kentang, timun, udang..apa lg ya tadi. Rasanya..biasa aja. Gk ada yg istimewa. Huahahaha..

Sudah dulu ya. Kenyang. Otw to hotel.

12 March, 2010

Tanah Sepetak Tanah

Semalam banyak bicara-bicara alias ngobrol dengan ibu via telepon...ehm...maksud saya hp. Saya jadi bertanya2 mengenai biaya mengurus sertifikat hak milik tanah dari letter c. Yang kata ibu biayanya mencapai 11 juta rupiah. Bahkan 17 juta rupiah. WHAT?!

I am wondering...biaya belasan juta rupiah itu untuk apa saja? Rincian biayanya itu. Bayar petugas pengukur tanahkah? Biaya mengetik sertifikat kah? Biaya tinta stempel? Banyak sekali. Nah...klo misalkan harga beli tanah yg belum bersertifikat saja cuma 10 juta, lah...biaya pembuatan SHM 11 juta. Malah gedean biaya pembuatan SHM-nya dibandingkan harga tanahnya.

Malah katanya dari tanah berstatus patok d ato letter c (entah bener ato gak nulisnya) untuk bersertifikat hak milik harus dijadikan sertifikat hak guna bangunan dulu. Itu berbiaya 7 juta! Beuh... Jadi untuk sepetak tanah aja butuh puluhan juta sendiri hanya untuk pembuatan SHM.

Pantas saja orang2 rela ribut dan ricuh demi sepetak tanah. Bahkan rela perang dingin dengan saudara kandung sendiri. Fhew...

Kasihan ya orang2 di kampung yang tanahnya masih berstatus patok d atau letter c. Mereka mana ada uang sebanyak itu. Jadi kalau tiba-tiba beberapa puluh tahun kemudian ada yang mengklaim tanah itu, karena punya SHM tanah itu.

Tanah oh tanah. Padahal pada akhirnya manusia hanya butuh tanah berukuran 2x1 tanpa sertifikat. Jadi, bodohlah orang-orang itu yang bertikai hanya karena sepetak tanah. BAKA NE!!

08 March, 2010

Note #2

Tentang waktu, orang sering berlebihan dalam dua hal: menyesali masa lalu dan mengkhawatirkan masa depan. Ada yang terkadang dilupakan manusia, yaitu bahwa ia mempunyai hari ini yang harus disyukuri dan dimanfaatkan dengan sebaik2nya.

Dan ingatlah, masa depan itu dimulai dari hari ini.

Can't Stand

23.32

Calling… 081328090xxx

^merajuk^

I can’t stand hear that voice.

I LIKE HEAR YOUR VOICE.

Ketika kestupidan terulang lagi.

01 March, 2010

note #1

Cobalah untuk mengerti tidak hanya dari sudut pandangmu saja, tapi juga dari kepentingan orang lain.

Asinan Manisan

Tau dan pernah makan asinan atau manisan dong? Tau cara bikinnya? Bahan dasar yang akan dibikin asinan atau manisan direndam dengan larutan bumbu-bumbu beberapa waktu. Entah apa itu. Heheh… belum pernah bikin sih. ^^v

Begitu juga seseorang. Bisa menjadi ‘asin’. Bisa menjadi ‘manis’. Karena lingkungan sekitarnya. Kecuali manusia itu batu kali ya jadi gak terpengaruh. ^^

Seorang teman pernah berkata,

‘ awas…nanti terpengaruh loh.’

‘ ah… tenang aja. Gak akan terpengaruh kok.’ Timpal saya.

Dan ternyata… saya terpengaruh juga. Mending kalo terpengaruh menjadi baik. Nah kalo jadi buruk? Widiw…

Ketika saya SD dan SMP, teman-teman saya banyak yang pintar-pintar. Yah paling tidak begitulah anggapan saya mengenai mereka. Tingkat kompetisinya sangat tinggi. Saya jadi terpengaruh untuk berkompetisi juga. Rajin belajar. Supaya bisa paling tidak menyamai mereka. Menjadi terpacu dalam melodi…halah.

Seperti halnya bahasa percakapan yang digunakan sehari-hari. Dialek saya banyak berubah setiap kali pindah sekolah dan lingkungan bermain. Sewaktu SD dan SMP, lebih terwarnai dengan bahasa Jawa Cilegon. Ketika melanjutkan sekolah SMA di Jogja. Lebih njawani. Lebih halus. Gak begitu galak. Walo masih galak juga sih. ^^ Sangat-sangat berwarna Jawa. Hah… Saya ini mudah sekali terpengaruh. Berteman dengan teman-teman dari Sumatera, gaya bahasa saya jadi seperti mereka. Payah saya ini. ^^

Ini masih tentang dialek ucapan. Bagaimana jika bukan sekedar berbahasa, tapi sudah mempengaruhi tingkah laku. Lebih gawat lagi bukan? Mending kalo tingkah laku yang baik, nah…kalo jelek? Bisa berabe bukan? Ternyata lingkungan itu sangat mempengaruhi seseorang. Dan karakter seseorang juga terbentuk karena lingkungannya.

Maka itu pintar-pintarlah memilih lingkungan pertemanan. Jika memang berada dalam lingkungan yang ‘gelap’, pastikan tetap menyalakan ‘lilin’ dan jaga jangan sampai padam. Bahkan jika perlu, membesarlah sehingga menjadi terang. Ingat cahaya memanggil kegelapan, kegelapan memanggil cahaya.

1 Maret 2010

Wateva...
Mau nulis apa ya di awal maret ini. Ah iya.. Met milad buat temanku Ietha. Semoga jadi ibu dan istri yg terbaik. Amin.

Ada beberapa postingan yang tertunda. Bahkan belum selesai. Berhubung saya menulisnya di imel kantor. Jadi gak bisa saya selesaikan di kos. Uhmm..bisa sih tapi lagi gak ada pulsa inet. Jadi gmn dunk? Kan posting via imel kantor gratis akses inet. Hahay...

Hari ini ja dah ngajak Rio dalam rangka wifi-an. Hehe...

Udah ah. See u on next post.