27 April, 2010

ALPA

Saya baru menyadarinya semalam. Saya jadi berpikir ada apa dengannya. Saya jadi takut dan khawatir memikirkannya. Kealpaan-kealpaan itu. Sudah 2 kali saya hitung. Bagaimanalah ini?

 

Semoga bukan sesuatu yang berarti.

 

Semoga…

 

20 April, 2010

...anak hilang...

Saya dikerjain oleh teman saya. Inilah imel-imel mereka. Jahatnyaaa… huaaaa…

 

Foto saya ini diambil ketika saya dan Vijay sedang mengontrol jalannya pre production untuk sebuah model baru di tempat saya bekerja. Kami selalu membawa kamera digital selama pre-pro untuk menambil gambar masalah-masalah yang ada dan timbul selama proses pre-pro berjalan. Nah selain masalah yang diambil gambarnya, yah… boleh dong PIC (Person In Charge)-nya juga foto-foto. Heheheh… tetep narsis di kala pre-pro.

 

Dan tak dinyana… foto ini ketauan Vani. Dasar emang tu anak iseng, diimellah ke teman2. Jadi, ketika kembali ke main office dari produksi, teman2 udah pada cenga-cengir. Nyuruh say abaca imel. Nah kebetulan computer sudah saya matikan. Saya lihatlah di computer teman saya. Daaannn….. WAATTTT!!!! Foto ituuuu…. Huaaaaa…. Dasar iseeengggg…!!!

 

Hah…tapi gapapa. Ekspresi saya natural sekali kan? Bwahahahahha…

 

 


From: veronika
Sent: Wednesday, April 14, 2010 7:19 AM
To: Anjar Armani; 'Jefri A Bukit'; 'vaNee,,'; 'Vindi'; 'Setyawan Y'; 'Ratna P'; 'asti-p'; 'Franki'
Subject: Re: anak hilang...

 

waduh kalian ini kejam semua masak musisi jalanan seberbakat tita dilecehkan

tapi kayaknya baju dalam foto itu kurang mengenaskan

vanee tolong di follow untuk urusan baju

karena untuk ekspresi wajah sudah sangat menunjang

----- Original Message -----

From: Anjar Armani

Sent: Wednesday, April 14, 2010 7:13 AM

Subject: RE: anak hilang...

 

Haha..tinggal dimodalin botol yakult kosong diisi beras, trus mangkal di lampu merah giant bekasi, bisa berpenghasilan 100ribu/hari tuh. 100rb x 30 hari = rp 3.000.000/bulan!!...woooww..ada yang merasa miris?..

 

------------------------------------------------

Anjar Armani

------------------------------------------------

*Both SENDING or RECEIVING email over 1 Mb size is strictly prohibited by this company's Information System Section. so PLEASE do not send me one!


From: veronika [mailto:veronika-s@ymma.emi.yamaha.co.jp]
Sent: Tuesday, April 13, 2010 4:04 PM
To: Jefri A Bukit; vaNee,,; 'Vindi'; 'Setyawan Y'; 'Ratna P'; 'asti-p'; 'Franki'; 'Anjar Armani'
Subject: Re: anak hilang...

 

Kata2 dekil-nya itu lho cuocok bangets ditambah mukanya yang memelas n posisinya yang kayak monyet

kelaperan lagi wekekekeekekekekekk.......peace100x ta gak ada maksud mengejek

----- Original Message -----

Sent: Tuesday, April 13, 2010 3:30 PM

Subject: Re: anak hilang...

 

Kalo gak salah tu anak pagi2 ngomel masalah botol pewangi pakeannya ilang ditelan bumi..halah, tampange itu loh..

----- Original Message -----

From: vaNee,,

Sent: Tuesday, April 13, 2010 2:59 PM

Subject: anak hilang...

 

Selamat sore,,

 

Telah ditemukan anak hilang dengan ciri2 sebagai berikut : jenis kelamin wanita, berambut panjang, dekil, dan kelihatannya belum mkn 5 hari berturut-turut..(dapat dilihat pada attachment berikut)

Bagi yang menemukan anak tersebut, harap melaporkan kepada pihak yang berwajib untuk dapat segera dikarantina,,,

 

Terima kasih atas perhatian saudara, kepedulian saudara sangat berarti bagi anak tersebut,,

 

Best Regards,

 

=== Y. Geovani K ===

 

 

08 April, 2010

M.A.A.F

Mau tau kata apa yang paling sulit diucapkan? Ada satu. Yaitu MAAF.

 

MAAF hanya terdiri dari 4 huruf. Tapi beegiittuuu sulit untuk diucapkan. Saya yakin tidak semua orang dengan mudah mengucapkan maaf ketika melakukan kesalahan terhadap orang lain. Saya juga  bukan seorang yang mudah mengatakan maaf secara lisan ketika melakukan kesalahan. Kenapa ya MAAF itu sulit untuk diucapkan secara lisan. Ada yang sulit mengatakan maaf secara lisan tapi secara tulisan dia bisa.

 

Entah apa alasan seseorang untuk tidak mengatakan kata MAAF ketika ia melakukan kesalahan. Apa mungkin karena malu atau tidak mau dianggap kalah. Atau gengsi? Harga diri jatuh? Padahal meminta maaf bukan berarti kalah atau rendah harga dirinya. Justru berarti dia adalah seorang yang berjiwa besar. Malu minta maaf? Hah…. Ke laut aja.

 

Jika terjadi konflik antara dua belah pihak. Pasti salah satu pihak tidak ada yang mau mengaku salah atau kalah. Merasa dirinya yang benar. Dan maunya menang. Tidak mau dianggap kalah. Tapi jika begini terus menerus, saya yakin masalah tidak akan pernah terselasaikan. Dunia tidak pernah damai. Mungkin dengan meminta maaf terlebih dahulu justru menjadikan seseorang sebagai pemenang. Pemenang atas ego-nya sendiri.

 

Mari belajar berbesar hati mengatakan MAAF.

 

^untuk seseorang yang susah sekali mengatakan MAAF.

 

30 March, 2010

Tragedi A3

Di sebuah area pengecekan hasil proses trial untuk sebuah produk baru. Operator Process Inspection akan mengecek hasil proses yang sudah dilakukan. Beliau butuh gambar yang lebih besar.

Process Inspection (PI): gambarnya terlalu kecil. (gambar diprint dalam bentuk kertas A4)

Engineer 1 (E1): Tolong dong Engineer 2 gambarnya diprint di kertas A3.

Engineer 2 (E2): oh iya. baik. (pergilah Engineer 2 menuju office untuk menge-print gambar)

PI dan E1 menanti dengan tidak sabar.

E2: (datang tergopoh-gopoh) Ini gambarnya. (menyerahkan kertas A3)

PI dan E1: ......(bengong dan speechless)....

E2: eh..lho? bener kan ini A3?

PI dan E1: BUKAAAANNNNNN.....

E2: ini kan bener di-print di A3. agak lega-an.

PI: kepala lo lega.....

karena yang diserahkan E2 adalah gambar masih dalam format A4 tapi di-print di kertas A3. jadi sama aja kekecilaaaaannnnnnn......... bwahahahaha... engineer macam mana pulak ini. jiaaahhh.....

26 March, 2010

Jalan yang 'BENAR'


Seperti inilah peta perjalanan pulang saya setiap pulang makan malam dari belakang BCP. Dari tempat makan sampai kos saya, bisa ditempuh dengan 10 menit jalan kaki. Kalo naik angkot cuma 3-5 menit. Tergantung angkotnya, ngetem apa gak.




Alkisah, setiap kali pulang dari makan sore (baca: malam) di belakang Bekasi Cyber Park, saya selalu berjalan kaki. Yah itung-itung ngirit ongkos dan olah raga dikit lah. Biar badan gak manja. Jalur berjalan kaki saya seperti yang ditunjukkan dengan bulatan dan garis putus-putus berwarna oranye. Saya menyeberang jalan menuju depan terminal Kayuringin, lalu menyusuri pinggir jalan (gak ada trotoar) berlawanan arah dengan kendaraan. Kemudian di depan gereja saya menyeberang jalan lagi. Biasanya saya berhenti dahulu di pembatas jalan di tengah. Karena kendaraan dari arah yang berpanah ungu selalu ramai. Terutama motor. Gak ada yang jalannya pelan. Heran gue. Karena itu merupakan jalan yang menuju arah jalan besar dan bukan sebaliknya, tentu saja saya hanya memperhatikan kendaraan dari sebelah kiri saya. Jarang sekali saya memperhatikan apakah ada kendaraan yang mungkin tiba-tiba slonong boy ke jalur itu. Gak bisa dong. Kan bukan jalannya. Pernah suatu kali saya hampir tertabrak kendaraan yang berlawanan arah (lihat panah merah). Bukan salah saya dong? Saya berada di jalan yang benar. Entah kenapa angkot yang menuju BCP (1) dan motor yang menuju ke 2 dan 3 (entah mana itu) selalu saja melewati jalur berpanah merah. Mana ada itu?

Saya selalu saja geregetan pada pengemudi kendaraan bermotor yang bandel ini. Padahal tempat untuk memutar tidak begitu jauh. Hanya sekitar 2-3 meter saja. Dasar pemalas!!! Nanti kalau sudah ada yang kecelakaan tertabrak mobil, baru deh ada tindakan pencegahan. Mmm… saya rasa pasti sudah ada yang pernah celaka di situ. Cuma saya saja yang tidak tau. Hmmm….

Mari berperilaku tertib dalam berlalu lintas demi keselamatan bersama.




19 March, 2010

Trip Laskar Pelangi #4

Hari kedua

Minggu, 14 Maret 2010

Trip hari kedua adalah tour de island alias tur dari pulau ke pulau. Setelah sarapan pagi, jam 8 pagi kami mulai bergerak menuju pantai Tanjung Kelayang untuk menuju Pulau Lengkuas dan sekitarnya. Perjalanan dari hotel menuju Tanjung Kelayang ditempuh dalam waktu 1 jam. Kenapa disebut Tanjung Kelayang? Karena ada batu berbentuk kepala burung Kelayang. Jadi dikasih nama Tanjung Kelayang. Sesampainya di sana langsung disambut dengan birunya air laut dan berkilaunya pasir putih. Tentu saja tidak akan dilewatkan untuk dicatatkan dalam sejarah alias foto-foto. Heheheh…. Setelah puas mencatatkan diri dalam sejarah kami melanjutkan perjalanan menuju Pulau Lengkuas dengan perahu motor ditempuh dalam waktu kurang lebih satu jam. Nakhkoda perahu motor kami berbaik hati dengan membawa kami berkeliling dan mendekati pulau dan formasi batu-batu besar di tengah laut. Sungguh cantik sangat laut di Belitung. Gak boong. Air lautnya beniiiinnggggg banget. Jadi pengen nyobain snorkeling. ^^ Sayang sekali saya gak punya peralatan snorkeling. Baiklah. Next budget buat beli casing underwater untuk kamera digital dan set peralatan snorkeling. Hahay….

Dan akhirnya sampai juga di Pulau Lengkuas. Subhanallah… cantiiiikkkkk…..indaaaahhh….banget. Wuaow…. Saya rasa pulau Tidung dan pulau Pramuka di Kepulauan Sribu pun kalah dengan pulau Lengkuas. Luas pulau Lengkuas kurang lebih 1 hektar. Pulau Lengkuas bisa dicapai dari Tanjung Kelayang atau Tanjung Binga. Menurut orang lokal lebih dekat dari Tanjung Binga jika menuju Pulau Lengkuas. Di pulau ini terdapat sebuah mercusuar tua yang dibangun Belanda tahun 1882. Seluruh dinding mercusuar ini terbuat dari plat besi. Dan ada 18 tingkat hingga puncak mercusuar. Di setiap lantai mercusuar terdapat 2 buah jendela yang menyuguhkan pemandangan yang berbeda. Naiklah sampai puncak, maka Anda akan dapat melihat pemandangan keseluruhan pulau Lengkuas.

Kami berpuas-puas berfoto-foto di pulau Lengkuas sampai jam 1 siang. Dan di sinilah tragedi pulau Lengkuas terjadi. Setelah puas foto-foto dari atas mercusuar, saya turun dan cari cemilan. Hp yang tadinya untuk foto-foto di atas saya kantongi di kantong celana saya. Berhubung sudah bosan hanya duduk-duduk di tepi pantai dan laut sudah melambai-lambai memanggil. Saya langsung nyebur ke laut. Sudah sempat saya melambai-lambaikan tangan pada mb Rini, mb Lusi, dan mb Titi. Beniiinnggg banget airnya. Huufff… senangnya. Saya benerin celana yang agak kedodoran karena tersapu-sapu ombak. Dan…hei…apa ini?!!! WHAT?!! HAPE GUEEEE!!!! Hiyaaa…langsung ngibrit minggir dengan susah payah karena di tepi pantai banyak batu-batu granit yang licin. Takut kepleset. Buru-buru saya lepas baterai hp. Saya kibas-kibaskan supaya airnya keluar. Hiks… sudah deh tamat pikir saya. Gimana gak tamat, kena air laut.. sambil makan siang, saya nungguin hape dijemur. Emang sih cepet kering. Tapi masih ada yang terjebak di LCD. Hiks… langsung berkarat. Diberi pertolongan pertama pada kecelakaan udah. Tapi untuk pertolongan lebih lanjut gak bisa dilakikan. Ya gimana? Saya ka nada di pulau yang jauh di tengah laut. Baru kembali ke kota baru sore hari. Sedangkan di Tanjung Pandan pun saya tidak tau ada dimana servis hape. Alhasil hape baru saya bawa ke tempat servis hape sore keesokan harinya setibanya saya di Bekasi. T_T Dan diagnosanya adalah harus ganti sparepart dan itu di atas 200 ribu. Jika dijumlahkan semua beserta jasa servisnya menghabiskan biaya 400 ribu. Hiyaaaa… Mending nunggu bentaran dibeliin hape baru. ToT

Dari Pulau Lengkuas kami kembali berlayar (halah…) menuju Pulau Burung. Dinamakan Pulau Burung karena ada batu granit yang berbentuk kepala burung. Di sini kami akhirnya nyebur abis-abisan. Hahay… Panas terik. Jam 2 siang mandi laut. Mana asin banget lagi air lautnya. Ya iyalah asin… kalo gak asin dah gue minum kali. Bening banget. Heheheheh…. Sudah bosan di sini, kami beranjak menuju Batu Berlayar. Batu Berlayar ini sebenarnya gugusan batu granit di tengah laut. Dinamakan Batu berlayar karena batunya pipih besar menjulang, seperti layar. Di sini kami cuma sebentar saja. Gak perlu lama-lama. Lha wong cuma batu. ^^.

Kembali menepi ke pantai Tanjung Kelayang. Istirahat sejenak untuk kemudian melanjutkan menuju pantai Tanjung Tinggi. Untuk menikmati sunset. Di sinilah lokasi kejadian syuting Laskar Pelangi. Memang keren banget ni pantai. Penuh dengan batu-batu granit besar. Sebesar rumah. Mantabh. Mungkin karena banyak orang yang penasaran seperti apa sih pantainya. Karena sudah terkenal melalui film Laskar Pelangi, pantai ini jadi kotor. Yah tipikal pantai yang sudah terjamah manusia-manusia. Apa lagi manusia-manusia yang taunya hanya pergi main dan tanpa mempedulikan kebersihan. Tapi saya memang tidak melihat adanya tempat sampah. Apa pun itu bentuknya.

Sambil menanti sunset, berhubung kami agak kelaparan. Jadi kami pergi makan ke warung makan yang ada di situ. Pilihan jatuh pada RM SEDERHANA.

Mb Lusi: “ibu, di sini jual seafood gak? (baca: sifud)?

Ibu Penjual : “ oh di sini gak ada sifud. Semua warung makan di sini gak jual sifud.”

Kami: (Nah lho… trus juwalan apa dunk?)

Mb Lusi: “ oh gak ada bu? Lalu di sini adanya apa?”

Ibu Penjual: “ Di sini jual yang biasa aja. Udang, Cumi, Ikan…”

Kami: (terpesona…takjub dan bengong. gubraks!!!...)

Mb Lusi: “Oooohhhh…..”

Mb Lusi: “ kalo gitu boleh liat menu-nya gak bu?.”

Ibu Penjual: “ wah di sini gak ada menu. ” (si ibu mengira “menu” ini jenis makanan)

Kami: (mikir gimana cara pesennya kalo gak ada daftar menu)

Ibu Penjual: “ di sini bisa udang goreng tepung, cumi goreng tepung…bla…bla…bla..”

Bwahahahahah… kami udah ngakk abis dengan kejadian itu. Poloooossss…..

Kami pesan minum air teh tawar hangat. Dan yang datang adalah …jreng…jreng… air teh tawar dingin. Wedew… setelah mb Titi konfirmasi ke Ibu Penjual, yang dikatakan si Ibu Penjual adalah “ loh itu kan teh tawar hangat pake es.” Twewewwww….. Kami ngakak sengakak-ngakaknya. Lah pegimane caranya? Jiahahahaha…. Kalo inget kejadian ini saya selalu ngakak. Hadeh….

Hari ketiga

Senin, 15 Maret 2010

Kami dijadwalkan kembali ke Jakarta jam 11.55. jadi, jam 10 kami harus sudah berangkat menuju bandara.

Pagi hari adalah acara bebas. Karena mb Rini pengen nyobain kopi Belitung, jadi lah kami nongkrong di warung kopi. Segelas 3000 rupiah saja. Selesai ngopi kami cari oleh-oleh. Oleh-olehnya hanya krupuk…krupuk dan krupuk. Ya sudah beli kerupuk. Kami meumtuskan untuk tidak sarapan pagi di hotel. Kami sarapan di luar hotel. Tapi makanannya dari hotel… hahaha…gak deng. Sepertinya menu sarapan pagi di Belitung adalah mie ayam. Dimana-mana mie ayam. Alhasil kami makan mie ayam jamur. Ada warung mie ayam di dekat hotel. Warung mie ayam jamur “Rumah Besar”. Porsi besar. Banyak kali. Kenyang cum.

Kami check out dari hotel jam 10. dan langsung menuju bandara. Ternyata cuma setengah jam saja dari Tanjung Pandan sampai ke bandara H.A. Hanandjoedin. Dan tidak disangka-sangka. Bandaranya memang keciiilllll banget. Tempat check in dan boarding jadi satu. Cuma ada 4 counter. Dan yang lucu, petugas check in Batavia harus ditelpon dulu supaya datang. Padahal kami sudah berkerumun di depan loket. Petugas check in yang aneh. Hehehehe…

Penerbangan berangkat dan pulang tidak ada yang delay. Semua tepat waktu. Bagus. Pertahankan.

Saya harap bisa kemabli lagi ke Belitung. Pasti saya akan datang lagi. ^^v

14 March, 2010

Pulau Lengkuas #2


Pulau Lengkuas dari atas mercusuar