percakapan diam-diam
Hei..ramai sekali percakapan di pikiranku.
Sepertinya aku kenal suara itu.
Itu kan... Aku.
Dan... Aku.
Mereka membicarakan tentang Aku.
#galau
one step ahead for a better life
Hei..ramai sekali percakapan di pikiranku.
Sepertinya aku kenal suara itu.
Itu kan... Aku.
Dan... Aku.
Mereka membicarakan tentang Aku.
#galau
ditulis oleh
tita^_^
pada
9/06/2011 01:36:00 AM
0
komentar
Tadi pagi menonton berita di televisi tentang para mahasiswa yang mendemo kedatangan kunjungan safari ramadhan bapak Presiden ke suatu daerah dengan tuntutan pemberantasan korupsi. Gimana ya? Saya jadi antipati terhadap mahasiswa yang kerjanya demo mulu. Tanpa pernah melihat ke dirinya sendiri. Apakah mereka tidak pernah korupsi? Apakah korupsi itu hanya berbentuk uang yang jumlahnya beratus-ratus juta, bermiliar-miliar bahkan bertriliun-triliun? Korupsi itu juga bisa berbentuk korupsi waktu.
Berapa banyak waktu yang mereka buang untuk demo yang seharusnya adalah waktu untuk mengikuti kelas kuliah? Berapa banyak waktu yang mereka korupsi untuk datang terlambat datang ke kelas kuliah demi sebentar saja mengikuti kuliah? Berapa banyak? Berapa banyak uang kuliah yang mereka gunakan bukan untuk keperluan kuliah? Ah bull shit dengan segala demo-demo itu jika sejak di bangku pendidikan saja mereka seperti itu.
Iya saya tau penting adanya demo itu untuk mengingatkan pemerintah untuk memberantas korupsi sampai tuntas. Tapi sebaiknya bukankah dimulai dari nol…eh… dimulai dari diri sendiri. Memberantas “korupsi-korupsi” yang ada di diri mereka. Betul begitu? Gak setuju juga gpp.
Saya mungkin omdo sekali dengan tulisan ini. Tapi paling gak saya berusaha untuk mengurangi korupsi-korupsi waktu tersebut. Tapi emang agak susah sih. Yah namanya juga usaha. ^^
Mari berubah menuju yang lebih baik lagi. SEMANGAT BERUBAH!!!
ditulis oleh
tita^_^
pada
8/25/2011 12:40:00 PM
0
komentar
Oleh Rene Suhardono pada Career Snippet (hal.90)
Belakangan saya sering bertemu dengan “profesional++”. Jangan berpikir aneh-aneh dulu. Ini istilah saya untuk profesional yang punya kerja sampingan. Saya kenal penyiar mrangkap penyanyi, MC, dan arsitek.
Pendapat saya? Tergantung pelaku dan alasan menjalankan side job. Apakah side job bentuk loyalitas minim? Bisa jadi- tapi kita juga menyadari bahwa ada pergeseran nilai dari loyalitas pada perusahaan jadi loyalitas pada profesi. Artinya, percuma saja kita tekum bekerja di perusahaan belasan bahkan puluhan tahun tapi kontribusi kita tidak lebih besar dari meja, kursi, komputer dan aset lain milik perusahaan.
Moonlighting
Noun
The light of the moon: I wanted you to see the courtyard by moonlight.
Adjective [attrib.]
Illuminated or happening by the light of the moon : a moonlight stroll
Verb (past and past part. –lighted) [intrans.] informal
Have a second job in addition to one’s regular employment : many instructors moonlight as professional consultants.
Saya justru lebih menghargai mereka yang menjalankan side job tidak sekadar untuk mencari duit tapi sebagai bentuk proses penjajakan terhadap passion mereka.
Bagaimana dengan sebutan kalau pelaku side job tidak fokus? Mungkin saja. Tapi bukan berarti mereka yang kerja full time sudah fokus.
Soal moonlighting sebagai bentuk korupsi terselubung? Wah, ini tuduhan serius. Memang bisa saja benar-apalagi kalau side job pribadi dijalankan dengan resources perusahaan tempat kita kerja. Termasuk dalam kategori ini penggunaan waktu kerja untuk menjalankan side job. Tentunya semua ini bukan masalah apabila rambu-rambu aturan main bisa dijaga, dan kontribusi kita kepada perusahaan-sbagai pelaku moonlighting- tetap maskimal. Apabila anda sudah punya atau berencanan punya side job maka aturan main berikut ini bisa dipakai:
1. Jawab dulu, kenapa mau punya side job? Kalau cuma untuk cari tambahan uang, akan lebih baik apabila anda bernegosiasi dengan perusahaan untuk tanggung jawab tambahan dan peran lebih besar.
2. Kalau jawaban melakukan side job untuk menjajaki passion kita, maka harus ada strateginya. Tetapkan waktu dan target pencapaian. Evaluasi diri kita secara berkala.
3. Be fair. Bersikap adil pada perusahaan tempat bekerja dan klien moonlight. Dalam side job tidak ada istilah 50-50. Anda harus mengejar 100-100. semua berawal dari passion kita!
ditulis oleh
tita^_^
pada
8/11/2011 12:53:00 PM
0
komentar
: MPB
Coz you’re amazing just the way you are
ditulis oleh
tita^_^
pada
7/29/2011 12:55:00 PM
0
komentar
Hari ini diawali dengan sedikit kekesalan. Yap betul. Karena anak-anak “asrama” itu. Pagi ini entah kenapa atau karena di alam bawah sadar saya mengatakan “harus bisa mandi lebih dulu dari anak-anak “asrama” itu” sehingga jam 3 pagi saya sudah terbangun. Oh sial. Saya
Kamar mandi di kos saya ada 2 buah. Yang pertama ada di dalam rumah, yang satu lagi ada di luar. Saya memutuskan untuk mengantri kamar mandi luar.
KESAAAAALLLL sekali rasanya. Saya acak-acak ember berisi cucian si anak “asrama” itu, disebar di lantai kemudian saya injak-injak. Jahat banget
Yap saya sudahi saja curhatan gak penting saya ini. Semoga Tuhan membalas kelakuan anak-anak “asrama” itu. ^^v
*ketika hati saya gondok sekali
ditulis oleh
tita^_^
pada
7/29/2011 12:52:00 PM
0
komentar
Mau curhaaaattt....
Sejak kedatangan anak2 baru di kos gw sebulan yg lalu. Yang jumlahnya 6 orang dan menghuni 3 kamar kosong. Jadi mereka sekamar berdua. Rasanya rutinitas pagi gw terganggu. Terinterupsi. Yang sudah rapi jadi berantakan. Dan hasilnya adalah selama seharian gw lemas, ngantuk dan malas (klo ini udh sering... Hehe...)
Yang biasanya gw bangun tidur jam 4.30 pagi, jadi harus bangun jam 4.15. Padahal jam tidur gw masih seperti biasa. Jam 10 malam ke atas. Mana bisa tidur jam 10 ke bawah.
Tidur gw jg jadi gk nyenyak. Karena tiap kali tidur kepikiran 'besok pagi bisa duluan gk ya mandinya?'. Selalu saja dihantui pikiran2 itu. Belum lagi si anak2 asrama-sebutan gw buat anak2 kos baru- ributnya minta ampun. Mau tidur ribut, bangun tidur antri kamar mandi ribut. Ngomongnya gk bisa pelan. Menyebalkan!! Malahan awal2 mereka datang di kos, mereka sudah antri mandi jam 3.30! Anjritt!! Gw harus gimaanaaaa....
Bener2 ibu kos gw ini tidak memperhatikan kenyamanan anak2 kosnya. Yang penting duit. Huff... Tp minim fasilitas.
Pindah kos? Gk mau. Udah pewe. Lagipula barang2 gw banyak. Males pindahannya. Hehe...
Sepertinya harus menjadwal ulang rutinitas pagi gw. Uhh... I don't like it!
ditulis oleh
tita^_^
pada
7/29/2011 02:07:00 AM
0
komentar
Diambil dari buku YOUR JOB IS NOT YOUR CAREER hal. 104
Saya sudah membaca buku ini sampai dengan halaman di atas. Saya suka buku ini. Mungkin karena saya dalam pencarian. Pencarian apa sebenarnya PASSION saya.
MONEY
Dompet kecurian. Uang hilang. Apa yan akan dilakukan? Uang terasa pentng apabila tidak memilikinya. Pada saat udang sudah di tangan dan kebutuhna utama sudah dipenuhi, uang akan kehilangan nilai pentingnya. Bagi yang merasa udang akan membawa kebahagiaan, lazimnya mereka tidak (belum) punya uang.
Pada awal pernikahan dengan Muna, tabungan kami di bank b=mendekati angka 0 ditambah keharusan membayar hutang untuk membeli mas kawin. Sekarang kondisi jauh lebih baik namun kami berusaha tetap mempertahankan standar hidup yang sama. Percaya atau tidak, makan ayam Berkah di Melawai dan sop kambing di Barito tetap merupakan kemewahan bagi kami berdua, kali ini karena alasan kesehatan tentunya.
“YOU EAT WHAT YOU KILL” – anonymous
Sebagaimana nenek moyang kita dulu, kita makan hasil buruan kita. Apabila tidak berburu maka tidak makan. Uang dan manfaat adalah “makanan” hasil kerja “perburuan” kita.
Great money follows great works, always!
Menurut cerita teman, almarhum Mbah Surip berhak menerima ratusan juta atau bahkan milyaran rupiah atas royaltilagu-lagu beliau dari sebuah perusahaan telekomunikasi. Ini dimungkinkan SETELAH Mbah Surip berkontribusi senilai jauh lebih besar dari royalti yang diterima. Dengan asumsi royalti 10% maka setiap Rp 1 Milyar yang diterima (pewaris) Mbah Surip maka kontribusi Mbah Surip kurang lebih Rp 10 Milyar. Belum termasuk pajak untuk negara.
Apabila Anda adalah perusahaan telekomunikasi tadi, apakah bersedia memberikan Mbah Surip Rp 1 Milyar di muka SEBELUM mengetahui hasilnya? Jawaban yang sama untuk permintaan kenaikan gaji 5x lipat kepada perusahaan. You need to show what you can bring FIRST!
Uang yang dahsyat akan selalu mengikuti kerja yang dahsyat. Tidak sebaliknya.
Selalu letakkan harga Anda sedikit lebih rendah dari value yang Anda yakini. Dengan demikian harga Anda akan terus naik tanpa pernah terdevaluasi.
The big lesson
Mengapa kerja hanya untuk uang dan jabatan? Great money follows great works. Apakah Anda sudah mengerjakan atau menjadi bagian dari sesuatu yang luar biasa (great)? Kalau belum, kenapa tidak mencari dan mengupayakannya? Pikirkan kontribusi terbesar dan bermakna yang bisa Anda berikan.
If you have a passion, then you have something to contribute. It’s not about asking, what should I do? It’s about asking, what is my passion? - anonymous
ditulis oleh
tita^_^
pada
7/01/2011 01:15:00 PM
0
komentar
terima kasih m(_ _)m