14 April, 2011

Kasih Jangan Kau Pergi


Wajahmu selalu terbayang
Dalam setiap angan
Yang tak pernah bisa hilang
Walau sekejap
Ingin s'lalu dekat denganmu
Enggan hati berpisah
Larut dalam dekapanmu
Setiap saat......setiap saat
Oh kasih, janganlah pergi
Tetaplah kau s'lalu di sini
Jangan biarkan diriku sendiri
Larut di dalam sepi
Terlelap dalam belaianmu
Takkan pernah ku lepas
Dalam diriku kau manja
Dalam pelukan
Gemulai setiap gerakkanmu
Membuatku slalu rindu
Ku kecup lembut bibirmu
Ku sayang padamu
Ku sayang padamu

oleh: Bunga


ketika dia akan menempuh 'hidup' baru

apa lagi?!!

SPEECHLESS

 

ENTAH KATA CACIAN MAKIAN APA LAGI YANG PANTAS DILEMPARKAN KE MUKA ORANG MACAM KAMU!!!!!

BINATANG?

MAKHLUK HALUS?

KATA-KATA KASAR?

PENGHUNI NERAKA?

GAK ADA SATU PUN YANG BISA…

 

HOW COULD YOU?!!

Allah…ampunilah kami jika kata dan perbuatan kami menyakiti orang lain. Amin.

 

ketika ibu dicacimaki orang lain

13 April, 2011

niscaya

 

Melepasmu adalah suatu keniscayaan.

 

ketika dia ‘menempuh’ hidup baru

18 March, 2011

Perempatan Bekasi Timur

Haduh...ruwet banget perempatan bekasi timur ini. Bagaimana tidak? Perempatan ini pertemuan antara jalan dari arah kawasan industri cibitung dan jalan masuk dan keluar tol bekasi timur. Kendaraan bermotor terlalu banyak. Apalagi motor. Haduh...gak kuat gw liatnya.

Belum lagi budaya tidak tertib dan egoƬs sudah mendarah daging. Ya begini ini hasilnya. Ya gw ngerti mereka pulang kerja, capek, lapar dan ingin istirahat. Tapi klo saling serobot yang ada malah macet. Wew...

Kasian pak polisi dan pak dllajr yang mengatur lalu lintas di perempatan ini. Polusi asap dari knalpot pasti sangat mengganggu. Sabar ya pak. Semoga dipanjangkan sabar mereka dalam mengatur lalu lintas.

Solusinya bukan dengan melakukan pelebaran jalan. Tapi pembatasan kendaraan bermotor pribadi dan memperbanyak angkutan publik. Pasti macet berkurang dan polusi juga berkurang. Misalkan gw punya kendaraan bermotor roda dua, gw lebih memilih naik angkutan umum. Stress di jalan klo naik motor. Hadeuh...

Belajar sabar.

12 March, 2011

Tetap berjuang

Terharu melihat nenek ini mengamen di atas bis bekasi-cililitan dengan minus one. Menyanyikan lagu2 jadul. Bagaimanalah anaknya tidak memperhatikan ibunya?
Bagaimanalah anak muda yang kerjanya hanya malak dan malas2an?
Saya malu.

SEMANGAT YA NEK!

11 February, 2011

Mata Dibalas dengan Mata

Pernah dengar pepatah “Mata Dibalas Dengan Mata”? Kali ini saya melakukannya. Karena “mata” saya sakit. Yah bisa dibilang saya membalaskan dendam saya setelah sekian lama menjadi bulan-bulanan bahkan menahun. Melihat ada kesempatan itu saya gak mensia-siakan. Hajar bleh. J

 

Setelah selama setahun belakangan ini saya diledekin (baca: di-ceng-in) ampe mampus oleh -bukan hanya- satu orang, banyak orang. Sampai-sampai saya tidak bisa berkata apa-apa bahkan tidak berkutik hanya karena saya berteman dekat dengan seorang teman yang kebetulan berjenis kelamin pria. :p Saya mengerti mereka hanya BECANDA. Tapi kalo keseringan dibecandain gitu kan capek juga. Tiap hari diledekin hal yang sama. Mau bales, salah. Setiap omongan yang dikeluarkan pasti jadi bumerang. Ya balik-balik lagi ke saya. Jadi saya memutuskan untuk mengikuti semua becandaan mereka. Mereka bilang A ya saya ikut bilang A. Bilang B ya saya bilang B. Sudah capek membuat pernyataan klarifikasi. ^^

 

Sampai tiba pada saatnya yaitu sekarang. Salah satu dari para “penyerang” saya dekat dengan seorang teman yang kebetulan berjenis kelamin pria. Ya saya tau mereka hanya berteman. Melihat keadaan itu saya –tentunya- dengan sangat senang hati nge-ceng-in mereka. Wahhahahaha….  Tapi kok aneh ya? Reaksi teman saya ini tidak santai ketika dibecandain. Wajahnya menunjukkan ekspresi tidak suka, marah…yah semacam itulah. Pake ancam-ancam segala. Hmmm… saya jadi curiga ini bukan sekedar teman, tapi “teman”. Berteman yang pake hati. Kalo dibecandain malah jadi ngambek. Dan entah mulai kapan tidak makan pagi bareng di tempat biasa. Bahkan berencana makan siang pun pindah tempat tidak bersama-sama tim “lunch meeting” hanya karena di-cengin. Hah…ternyata “iman” dan “nyali”-nya kecil sekali bahkan tidak ada untuk hal begini. Yah seperti itulah rasanya di-ceng-in untuk hal-hal yang kadang membuat jengah mendengarnya. IT IS NOT FAIR.

 

Tita, pelajaran buat kamu. Jangan lakukan apa yang kamu sendiri pun tidak mau orang lain melakukannya pada dirimu. Camkan itu.

 

 

IT IS JUST A JOKING, DUDE!!

08 February, 2011

Catatan Kekanak-kanakan

Rasanya gak fair. Ato hanya kekesalan gue sendiri karena merasa gak berhasil?

 

Gue kesel. Kenapa juga harus menunjukkan muka sepa kayak gitu kalo emang cuma TEMAN, tanpa tanda kutip. Biasa aja dong. Gak usah marah. Dulu ampe sekarang pun gue dicengin ampe mampus gue biasa aja. Semua juga puas banget kalo nge-cengin gue. Klo perlu ampe gue speechless, gak bisa berkata apa-apa lagi. Iya kan? So plis… jangan marah, jangan bete kalo gue ceng-in ampe mampus.

 

Boleh gue tanya? Kenapa setiap kali gue ajak pergi main ato gue ajak pergi makan, ada banyak alasan untuk menolak? Bahkan yang tadinya sudah setuju, sudah deal di-canceled saat-saat terakhir. Klo emang cuma TEMAN, seharusnya gue juga diperlakukan sama, seperti halnya memperlakukan TEMAN.

 

Lain lagi dengan Beliau. Apa aura gue itu negatif ya? Semua yang dekat ama gue dijauhkan. Gak bisa liat orang seneng ya? Menyebalkan. Gak objektif. Pekerjaan yang dilakukan gak diliat, bahkan mungkin gak dipedulikan. Ato gue rasa Beliau gak tau apa-apa aja pekerjaan kami. Malah hubungan antar personal yang dipedulikan. Kamu gak boleh duduk sebelahan ama itu, terlalu akrab. Si A dipindahin aja, nanti gak fokus ama kerjaan, karena ada “sesuatu” ama gue. Ato gue dipindahin aja. Haloooo… klo emang Si A ama gue dekat so wat gitu loh? Kesannya kok gue itu bawa aura negatif. Biang keributan. Klo ada gue pasti “chaos”. Padahal gue pendiam. (yaiks…^^v). Seorang pemimpin kok punya pikiran seperti itu. Ngurusin hal-hal yang gak penting. Hmm…ato itu penting? Trus hubungan antar personal yang gak ikrib sama sekali justru Beliau gak liat? Harusnya beliau juga bisa liat. Justru yang seperti itu yang bisa bikin pekerjaan gak fokus. Ah… memang sudah sejak saat itu gue sangat tidak menghargai dan menganggap Beliau seorang pemimpin yang baik. Maaf.

 

Mungkin karena gue adalah orang yang pendiam dan pendendam. Jangan terlalu diambil hati. Take an easy.

 

Jangan dendam-an dan bertingkah kekanak-kanakn kayak gue ya. ^^v