23 June, 2010

22 Juni 2010: Cerita Kecil Tentang Tarik Tambang dan Kaca Mata

Kekurangberuntungan melanda saya kemarin. Ketika sholat Dhuhur saat istirahat siang, mushola penuh sekali. Mau gak mau dengan sangat terpaksa sekali saya melewati depan orang yang sholat. Dan…prekk…ups…kacamata orang gak sengaja saya injak. Haduuhhhh…. Matilah. Sial banget saya. Udah akhir bulan. Duit tinggal 90 ribu. Eh kok ya ngerusakin kacamata orang. Lensanya lepas dari frame, tapi gak ampe pecah. Saya sudah membayangkan bakal mengganti dan mengeluarkan duit 300 ribuan. Hadeuhhh… mana ada duit segitu. T_T

 

Pulang dari pertandingan tarik tambang. Saya langsung meluncur ke optik. Berapa biaya untuk memperbaiki kerusakan kacamata ini? Sambil saya perlihatkan kacamatanya. Kata tukang optic “ oh ini paling mahal 10 ribu aja.” Haahh…legaaa banget. ^____^ langsung tersenyum lebaaarrr sekaliiii. Hahahahah… Urusan kacamata beres. ^^V

 

Kemarin, Selasa 22 Juni 2010, di tempat saya bekerja dalam rangka menyambit…maksud saya…menyambut Hari Kemerdekaan RI diadakan berbagai macam event. Ada kompetisi futsal, voli, tennis meja, bulu tangkis dan tarik tambang. Berhubung kebisaan saya cuma tarik tambang, jadi saya mendaftarkan diri ikut tarik tambang.

 

Tarik tambang ini antar grup gugus kecil. Setiap departemen kami terdiri dari beberapa gugus kecil. Setiap gugus kecil mempunyai nama sendiri-sendiri. Ada yang berdasarkan area kerja masing-masing ada juga yang sedikit narsis. Hohohoho… Section kami terdapat 3 gugus kecil yaitu Wooden Part 1, Okyu, dan Desain Proses. Gugus kecil dimana saya bergabung bernama OKYU. Setelah minggu lalu mendapatkan jadwal bertanding dengan sistem gugur. Maka datanglah saat penentuan itu. Kemarin hari selasa 22 Juni 2010 kami mendapat urutan pertama untuk bertanding. Lawan kami adalah dari gugus kecil GA, Cendrawasih. Menilik dari perawakan-perawakan peserta tarik tambang. Kami kalah bodi. Hehehhe…. Tapi kami optimis bisa mengalahkan mereka.

 

Saya dan teman-teman sudah mengeluarkan tenaga semaksimal munghkin. Tariiiikkkkkk……Jatuh bangun menarik sekuat tenaga. Tapi apa daya. Kami seperti menarik 20 orang. Padahal peserta hanya 6 orang, 3 cewek 3 cowok. Whuw… kami 2 kali tanding dengan beda sudut. Ternyata kalah juga. Huhuhuhu….

 

Dari 3 gugus kecil dari section kami. Semuanya MENANG. MENANGgung kekalahan. Dan MENANGgung malu. Bwahahahahaha….

 

Tim Futsal kami juga kalah di pertandingan perdana. Haahhh…. Tidak berjaya lagi seperti tahun lalu. T_T

 

itulah kenapa...

 

Itulah kenapa gue sungkan meminta pertolongan orang lain

Memang tidak ada yang bisa diandalkan selain

:

DIRI GUE SENDIRI.

 

 

 

15 June, 2010

Tentang AKU

…

Dirimu terdiri dari “DUA”.

Satu

Membayangkan ia mengetahui dirinya.

Dan yang satu

Membayangkan bahwa orang lain mengetahui ia.

…

 

*Kiriman puisi dari seorang teman, Agus.

11 June, 2010

The Time Of My Life

Huft…

There is something wrong.

That should not happened.

Bagaimanalah ini…

 

Bagaimana jika saya memutuskan untuk mengakhiri ini?

Apa yang akan terjadi?

Tidak ada. Saya pikir.

Jadi kenapa harus terasa berat mengakhirinya?

 

03 June, 2010

negnak tengab >.<

Hei...hei…kenapa ini?

Widiihhh…gue kangen ama Dudul satu itu. Wew…>.<

Dah lama juga gak ngobrol ma Dudul.

Kayaknya bakal bertambah lama lagi gak ngobrolnya.

Sibuk…sibuk…sibuk….

 

Wakwakwakwakwkawkakwka……

Miss YOU, Dul. Jiaahhh……

SUAP

Saya kesal dengan mereka yang meminta imbalan untuk mengerjakan pekerjaan yang sudah menjadi keharusan dan merupakan deskripsi pekerjaan mereka. Padahal pekerjaan mereka belum selesai. Uh…

 

“Cokelat dulu dong. Nanti dikerjain cepet dan bagus deh.”

 

Hei, halooo…?! Itu sudah pekerjaan kalian. Masa’ harus dengan imbalan sih? Itu sama saja bekerja tidak ‘bersih’. Sama halnya dengan para pegawai pelayanan publik yang meminta ‘pelicin’ jika mau KTP atau SIM atau STNK atau surat-surat penting cepat selesai. Padahal kita juga tidak suka kan mengeluarkan biaya lebih untuk hal yang tidak seharusnya berbiaya. That is your job, dude!!!! Jadi, tanpa ‘pelicin’ pun harus bisa selesai tepat waktu.

 

Mereka sadar gak sih kalo mereka juga ikut andil dalam budaya tidak ‘bersih’ alias suap-menyuap. Posisikan diri sendiri di sisi yang membutuhkan atau memberi suap supaya semua urusan cepat selesai.

 

Ternyata dalam hal suap-menyuap tidak perlu jumlah atau bentuk yang besar. Gak perlu itu yang namanya uang sekian atau mobil mewah. Meminta cokelat supaya dikerjakan cepat dan hasilnya baik juga termasuk meminta SUAP. No… no… itu tidak baik.

 

Tanya kenapa?

Setiap pekerja pasti mempunyai deskripsi pekerjaannya masing-masing yang harus dilaksanakan dengan tanggung jawab. Banyak atau sedikit pekerjaan yang diterima, jika itu termasuk dari deskripsi pekerjaannya ya tetap harus dikerjakan dan sekecil apapun deskripsi pekerjaannya. Jadi tidak perlu meminta imbalan.

 

Hmm…semoga kita semua menjalankan pekerjaan yang diamanahkan dengan sebaik-baiknya.

 

 

 

^ketika hasil painting leg NG terus-terusan.

01 June, 2010

sebenernya seperti apa sih?!!

……

 

 

Gak tau sebenernya parameter…variable atau apalah itu untuk penilaian seorang karyawan  itu apa sih?

Apa sekedar LIKE DISLIKE atasan saja? Bodoh sekali kalau begitu. Gue gak suka, gue buang.

Atau sekedar jumlah absen? Bagaimana jika kinerja dia lebih bagus dibandingkan dengan yang jumlah absent sedikit tapi kinerja NOL BESAR?!!

Ah…bullsh*t!!!

 

 

 

 

^ketika kehilangan seorang teman, rekan kerja, dan juga adik. Sukses selalu buat kalian berdua.