06 February, 2010

Ngamen


Dua pengamen cilik di atas bis bekasi-cililitan. Antara mau memberi dan tidak. Bayangpun anak sekecil itu (yg digendong) harus sudah hidup di jalanan. Yang dengan fasihnya menyanyikan lagu dewasa. Tadi dia nyanyi lagunya ST12 dan 'Yank'nya Wali. Huff...

Seingat saya, sewaktu saya seusia anak itu, saya masih berkeliaran seputar rumah saja. Masih menikmati segelas susu hangat. Huaahh...

Semalam di berita, ada anak-anak 2 SD di Makasar tawuran gara-gara main bola. GILA!! Anak SD tawuran!! Mau jadi apa mereka nanti?! Sakit. Pantas saja supporter bola sering tawuran. Mahasiswa tawuran. Anggota Dewan Legislatif pun gontok2an. Lah anak2 mudanya (baca: anak2 SD) berantem. Miris

Hah...dunia makin gila.

02 February, 2010

Yang Terlewatkan

sore ini seperti biasanya saya tidak langsung pulang ke kos. rasanya aneh sekali jika harus pulang ke kos saat hari masih terang. ^^ dasar tukang ngelayap. pulang kerja disambit dengan hujan. sebelumnya saya berencana mau pergi nonton Edge of Darkness. tapi kemudian berubah pikiran. "hadeehh..laka picis enimor". ya sudah saya hanya pergi ke Gerai Indosat, sim card im3 saya rusak. eh...jebulno kok ya bayar buat penggantian sim card, 10 ribu. lah lebih murah kalo beli perdana. tapi berhubung saya cinta dengan nomor im3 saya yang nomornya cantik jelita seperti yang punya, jadi saya bela-belain bayar 10 ribu.

sejak masih duduk manis di atas bis, saya lihat keluar jendela...dan wooowww...langit setelah hujannya keren banget. saya pikir ini bakal jadi sunset yang keren dan cantik. jadi setelah dari Gerai Indosat saya langsung menuju rooftop parkir mall. tempat biasa saya nangkring untuk menikmati sunset. tapiii...kok tempat nongkrongnya basah bekas hujan. lagipula masih jam 5.15 matahari masih tinggi. ya sudah saya putuskan untuk turun dulu, window shopping. setelah windows shopping malah kelaperan. gak jadi deh balik lagi nangkring ke atap. pulang. saya memutuskan untuk jalan kaki untuk pulang menuju kos. hanya 10-15 menit jalan kaki. waktu masih menunjukkan jam 6 sore. dan masih terang. ketika melihat ke barat. SUBHANALLAH...ALLAHHU AKBAR... cantiiiikkkk sekaliiiiiiii langitnya. two thumbs up!!! bingung antara mau kembali ke kos ato kembali ke atap buat menikmati sunset. saya putuskan untuk pulang. tapi kepala dan mata gak bisa lurus menghadap depan. nengookkk muluuuu ke arah barat. ^^ untuk kagak nabrak.

sambil jalan yang sering kali saya nengok ke arah barat dan memperhatikan orang-orang yang ada. saya oerhatikan sepertinya mereka melewatkan hal sangaaaaattttt kereeennnn dan cantiikkk.... langit sore yang keren banget. mungkin yang ada di pikiran mereka hanya bagaimana secepatnya sampai rumah. pulang. saya pikir...hei kenapa melewatkan what a such beautiful sky this afternoon? sayang sekali...

jangan-jangan saya juga sering melewatkan hal-hal indah dan yang sepatutnya dinikmati disyukuri keberadaannya. mungkin karena terlalu sibuk dengan pikiran-pikiran yang melelahkan, kesibukan-kesibukan yang benar-benar sibuk atau disibuk-sibukkan. sehingga abai dan luput untuk menikmati dan mensyukuri nikmat-Nya. hal-hal seperti inilah yang membuat kita selalu saja mengeluh dengan keadaan. so...just OPEN YOUR EYES and OPEN YOUR HEART!!

^inspired from the sunset this afternoon

24 January, 2010

Gugatan-gugatan hati #1

perjalanan pulang menuju Bekasi ada-ada aja kejadian yang mengusik hati dan emosi. selama di bis Merak-Bekasi masih biasa saja. karena sepanjang jalan saya tidur. yup seperti biasanya. huehehehe... soalnya semalem tidur jam setengah 2. jadi masih ngantuk. kewkekek...

begitu tiba di Bekasi, tepatnya Unisma. saya turun perempatan Unisma. lalu lanjut naik angkot menuju kos. nah ini cerita mengenai angkot 07 yang saya naiki. karena di perempatan Unisma situ rame sekali. banyak angkot dengan berbagai jurusan. tentunya membuat jalanan agak tersendat a.k.a macet. si sopir angkot 07 ini jalan pelan-pelan sambil nyari penumpang. lalu dia meminggirkan kendaraannya dengan semena-mena. grasak-grusuk. dan sebenernya sudut untuk minggir itu gak pas n gak nyampe karena di pinggir jalan udah ada angkot lain yang berenti juga. angkot yang saya naikin ini maksa minggir, alhasil nyerempet dah. sepertinya kaca spion angkot 31 itu patah, lampu sign pecah. dah gitu supir angkot 07 ini malah yang bersungut-sungut. lah orang dia yang salah kok malah nyalahin orang lain. dudul banget kan? tapi rupanya ini supir angkot 07 gak punya nyali juga. akhirnya dia kabur. tancap gas. huh...jirih penakut.

masih banyak orang yang egois. dan gak mau mengalah. justru menyalahkan orang lain. ah..jangan-jangan saya juga begitu lagi. whew...

hayah...saiki lali arep nulis opo. padahal tadi ada banyak gugatan-gugatan hati yang pengen ditulis. ya mis sak mene disik. nanti dilanjut lagi.

to be continued...

19 January, 2010

This Afternoo After The Rain



Akhirnya cerah juga setelah sehari semalam hujan. Cerah sore ini. Lumayan bwt memanaskan (baca: mengeringkan) cucian pakaian. :-P

HAVE A NICE AFTERNOON!

Little Sofi

Sedikit menyesal dan merasa bersalah ketika diberitahu bahwa ayah dari Little Sofi meninggal. Kenapa? Karena sebelumnya saya sedang bersuka ria, bersenang-senang dengan kawan-kawan. Little Sofi bukanlah siapa-siapa saya. Saudara bukan, teman dekat juga bukan. Little Sofi hanyalah seorang gadis kecil tetangga saya di dekat rumah yang saya kenal namanya saja dari adik saya. Bahkan saya pun belum pernah melihat seperti apa Little Sofi ini. Yang saya tahu ayah Little Sofi sedang sakit parah, kanker getah bening di leher. Beberapa bulan terakhir ini dirawat di rumah sakit dan beberapa kali ibu dan adik saya datang menjenguk. Saya belum ada kesempatan untuk menjenguknya.

 

Sepertinya saya bisa merasakan apa yang dirasakan Little Sofi. Sekecil itu sudah harus kehilangan figur seorang ayah. I know how does it feel.

 

Untuk Little Sofi dan adik… yang sabar dan tabah ya. Semoga bisa menjadi gadis yang tegar.

 

13 January, 2010

36 detik

Calling...

08132809xxxx

gue: (nomor sapa neh? ....mikir... oh...angkat gak ya. jangan2 yang telpon cewe. curige mode on)

gue: (diem sesaat...mendengarkan...)

suara di ujung sana (SDUS) : halo...ya halo...(kebiasaan...hihii)

gue: eh iya halo...ada apa?

SDUS: dimana? udah di kos?

gue: iya di kos. kenapa?

SDUS: lagi ngapain?

gue: (bingung mau jawab apa...) nonton tipi. metrotipi.

SDUS: oh ya udah. gitu aja.

gue: eh...gitu doang? dasar. penting ya...hehehe...

SDUS: udah ya. daahhh.

gue: ya. (bingung)

klik. sambungan terputus.

hehehe...hadoohhh... tadi tuh apa ya? hihihih...

kenapa selalu senang ketika mendengar suaranya? huuufff...

thanks for your 36 second call phone.

08 January, 2010

Bi Asertif

Hari rabu kemaren (06/01/10) saya pergi ke supermarket untuk membeli coklat. Dari sekian kasir yang ada, saya memilih kasir di bagian paling kanan, dekat dengan penitipan tas. Karena kasir yang lain pembelinya bawa barang belanjaan banyak banget.

 

Di depan saya ada 2 orang pembeli. Akhirnya giliran saya dilayani oleh kasir. Tiba-tiba dari belakang ada mbak-mbak berkerudung dan berbaju ungu menaruh sekantong buah jeruk di meja kasir. “maaf sebentar”. Kemudian beliau ini menuju tempat penitipan tas untuk mengambil titipannya. Dan entah mengambil barang lain. Lalu langsung menyela saya yang jelas-jelas itu giliran saya. Benar-benar kesal. Br*ngs*k!! Saya kira dia sudah ada abelanjaan sebelumnya di kasir dan masih ada barang yang lupa untuk dibeli. Itu gak ada!!!! Jelas-jelas dia menyela antrian. Kala itu keadaan emosi dan mood saya tidak bagus. Sangat…sangat tidak bagus. Hampiiirrr saja saya marah. Muntab. Tapi kalo saya marah, pasti saya nangis. Gak kuat. Jadi saya diamkan saja sambil saya liatin dari ujung kepala sampai kaki dengan yah…dengan ekspresi marah. Eh…tapi ini orang gak sadar juga. Sh*t!! Gak tau sopan santun. Gak tau adab.

 

Selesai membayar belanjaan saya, saya bener-bener ngomel2 pada teman saya. Yang kebetulan juga pergi belanja dengan saya. Curhat abis. Kata teman saya “ Itulah jeleknya kamu. Gak mau ngomong langsung.” Apa saya bukan orang yang asertif?

 

Asertifitas adalah suatu kemampuan untuk mengkomunikasikan apa yang diinginkan, dirasakan dan dipikirkan kepada orang lain namun dengan tetap menjaga dan menghargai hak-hak serta perasaan pihak lain. (www.e-psikologi.com)

 

Menurut kamus Wikipedia assertivenesss is a trait taught by many personal development experts and psychotherapists and the subject of many popular self-help books. It is linked to self-esteem and considered an important communication skill.

 

Berarti saya harus banyak berlatih ya untuk menjadi seorang yang asertif. Kebanyakan dan sering saya memendam apa yang saya rasakan dan pikirkan terutama untuk mengatakan bahwa saya tidak suka atau tidak setuju dengan sesuatu hal. Pasti tidak baik untuk kesehatan badan jika terus menerus memendam kesedihan dan kemarahan tanpa diungkapkan. But I really can’t do that. Karena jika saya marah dengan berkata-kata pasti saya yang kalah. Dan akhirnya saya menangis. Dudul kan itu namanya.

 

Sudah seringkali saya memendam ketidaksukaan saya terhadap sesuatu. Sehingga masalah makin berlarut-larut. Padahal hanya hal sepele. Itu karena saya tidak mengatakan langsung apa yang saya rasakan dan pikirkan.

 

Yup…marilah belajar menjadi asertif.