18 October, 2009

Backpacker

hehehehe...
Kembali menuju kos. Di bis ketemu ama backpacker bule. Ranselnya guedeee banget. Saya pikir saya bisa masuk ke ransel itu saking gedenya.

Dia menuju bekasi. Entah dia menunjuk suatu tempat dari buku LONELY PLANET. Itu salah satu buku panduan untuk para backpacker.

Pengen ngajakin ngobrol tapi bingung bahasa inggrisnya apa. Bwahahaha...dudul.

Good afternoon sir.
Hei..r u a backpacker?
Where have you been?
And now where are you going?
Do you like Indonesia?
Wat do you think bout Indonesia?

Jyaaahh...pertanyaan dalam angan2 belaka.

Sepertinya seru backpacker-an. Gk usah jauh2. Indonesia aja dulu. Tapii...kepentok ama waktu. Kan gak cuma bentar kalo backpacker. Huff... I wish.

For Mr. Backpacker: have a nice backpacking. Enjoy Indonesia!

17 October, 2009

home sick

Ternyata...
Inikah rasanya home sick?
Kangen rumah. Glundang-glundung di tempat tidur kamarku tercintah. Nongkrong di teras. Bolak-balik ruang makan- ruang tengah. Buka tutup pintu kulkas. Nonton tivi di ruang tengah. Ngusek-usek ibuku. Minta pijitin ibuku. Main komputer (di kos gk ada kompi). Gangguin Yani ampe marah. Gebuk-gebukan pake guling ama Yani.
Ato sekedar tiduran menatap langit-langit kamar.

Fiuh... Pagi ini sudah berada di atas bis yang membawa diriku menuju rumah. Setelah 2 minggu gak pulang.

Eits...jangan protes.
'alah baru juga 2 minggu. Gw ja dah setahun gak pulang.'
Itu juga pernah saya ucapkan ketika saya masih menuntut ilmu di rantau kepada teman yang tiap minggu pulang ke rumah. Ya karena jarak yang ditempuh hanya 3-4 jam perjalanan. Sedangkan saya, 14 jam perjalanan. Dan dengan biaya yang gk murah. Jadi, boleh dong sekarang tiap minggu pulang, kan jarak rumah-kos cuma 3-4 jam. Ternyata begini rasanya...:-)

And I'm going home...

11 October, 2009

Jak-Japan 2009


Yuhuu...ayo..move your body. Musiknya enak. Asik. :-)

04 October, 2009

Koffie Bakul...

Hari Minggu, 04 Oktober 2009. Daripada bengong di kos karena gak jadi ikutan Halal Bihalal anak2 ex HIA di Setu Babakan, ya sudah saya putuskan untuk pergi ke Gramedia Matraman. Padahal semalem dah pergi ke Gramedia. Tapi di Bekasi. Yah sapa tau bisa ketemu ama Agung. Teman lama yg dah lama gk ketemu. Hehehe... Kalo pun gk ketemu jg gpp gt. Lanjut ke Planetarium, Taman Ismail Marzuki.

Perjalanan hari ini dimulai dari bangun tidur jam 9. Hehe...mantap tidur ampe jam 9. Berhubung lagi gak solat, jadi dipuas2in istirohat. Lalu mandi, siap2. Dan jam 10 lebih saya berangkat. And what a lucky I am. Nyampe depan ex Ramayana, gk ada 5 menit, AC 63 datang. Langsung deh naik. Turun depan UI Salemba, nyebrang jalan trus naik angkot 01 Kp.Melayu-Senen. Itu dia Gramed-nya. Tujuan pertama selesai. Eh nemu komik lanjutannya 20th Century Boys, 21th Century Boys. Beruntung sekali. ^^ Ada majalah Digital Camera Indonesia volume 4. Saya belum punya. Daann...lengkap sudah koleksi DCI saya. Gk bolong. Horeee.... Hehe..

'gw di gramedia matraman.'

Gt sms yg saya kirim ke Agung. Huhuhu....ketemu juga ma dia akhirnya. Apa kabar, gung? ^^ Miss you muah...muah...

Ternyata hujan! Ya sudah nunggu hujan reda sambil ngobrol ma Agung. Eh emang tadi kita ngobrol apa? Gk ada ya. Hujan pun reda. Agung pulang, saya cabs ke Planetarium. Ups...udah jam stgh 2, pertunjukan teater bintangnya mulai jam stgh 3. Anyway... Saya gak tau bagaimana menuju TIM. Tanya dulu ke tukang bakpao (TB).

Saya: Pak, numpang tanya. Kalo ke Cikini naik apa ya dari sini.
TB: oh naik kopaja 502.
Saya: itu lewat sini? 502?
TB: iya. Cuma itu doang yang lewat Cikini.
Saya: makasih pak.

Nunggu Kopaja 502. Ntu die... Saya asal naik dan gak tau bakal turun mana nanti. Sing penting naik dah. Huehehehe... Sambil merhatiin kiri kanan dan depan. Owh...itu dia ada plang Cikini. Planetarium TIM. Hmm...saya turun mana nih? Lho...gak belok. Ya sudah saya turun depan mal apa ya tadi. Pas lampu merah. Clingak clinguk. Ini mal yang waktu itu. Jalan ke sana kynya. Ah...betul. Itu ada tempat minum kopi yang ky kafe di Eropa. Yups...saya sudah berada di jalan yang benar. Waduh...berapa jauh lagi ya. Saya lihat kincir angin Holland Bakery. Kynya deket2 situ. (Saya agak2 tau karena sebelumnya udah ke TIM tp naik kendaraan pribadi, bukan kendaraan umum. Kan jalurnya beda.) Agak2 lupa2 ingat seberapa jauh lagi dr kincir angin. Hmm...dan saya melihat gedung yg dicat warna-warni. Itu dia. Di sebelah gedung itu. Yes! Saya percepat langkah. Here I am in front of Planetarium! Thanks God!

Beli tiket pertunjukan jam 17.30 seharga 7000 rupiah sahaja. ^^ Jam 14.20 mulai masuk ruang pertunjukan. Tepat jam 14.30 dimulai. Lampu dimatikan. Dan... Langit malam berbintang muncul. Subhanallah... Cantik sekali. Sampe merinding dan menangis saya melihatnya. Serasa di luar angkasa. Melihat bintang sebegitu banyaknya, saya mau ambil satu. Hehehe... Keren banget!! Kami diberi lihat rasi2 bintang. Planet2. Cool. Hanya 45 menit saja pertunjukannya. Cukup.

Lalu pulang deh. Sebenernya ada Festival Kesenian Indonesia di TIM. Yang ngadain Institut Kesenian Jakarta. Festival ampe tgl 24 Oktober 2009. Ah...ada juga Festival Film Internasional. Tanggal berapa ya? Gak keliatan. Pengen nonton. Pasti filmnya bagus2. Hmm...

Pulang naik kopaja 502, turun di Rumah Sakit Carolus. Nunggu AC 63. 10 menit kemudian datang juga. Mendung bu. Harus buru2. Alhamdulillah nyampe Bekasi juga jam 16.15 dan gk kehujanan. Hehe...

Huhuy...kapan kemana lagi ya? Hmm...next destination Kebun Raya Bogor. ^^v

At Planetarium TIM


Yuhuu...di Planetarium. Akhirnyaaa...

Hanya 750 rupiah!! What?!!

Cita2 saya sejak mengenal pelajaran Sejarah adalah pergi mengunjungi museum. Entah kenapa museum selalu menarik perhatian saya. Menurut saya museum itu cool, keren. ^^ hehehe... Karena itu juga saya mendapatkan gelar kehormatan 'PRASEJARAH'.


Sudah beberapa museum yang saya kunjungi. Antara lain Museum Sejarah Jakarta atau lebih dikenal dengan Museum Fatahillah, Museum Bahari, Museum Seni Rupa dan Keramik, Taman Pintar Yogyakarta (termasuk museum gak ya??), Museum Taman Prasasti, dan yang terakhir Museum Nasional atau terkenal dengan Museum Gajah. Sebenarnya mudah saja pergi ke museum2 itu. Karena letaknya tidak berjauhan satu sama lain. Mudah saja menuju Museum Fatahillah, Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Bahari, dan Museum Wayang. Karena museum2 ini berada di kawasan yang sama yaitu di Jakarta Kota. Kalau dari Bekasi bisa ditempuh dengan menggunakan KRL atau Kereta ekonomi jurusan Bekasi-Kota untuk hari Senin-Sabtu. Turun di stasiun Beos atau Jakarta Kota. Lalu jalan kaki deh. Museumnya seputaran stasiun. Ah..iya.. Ada juga Museum Bank Mandiri dekat stasiun Jakarta Kota. Sedangkan hari Minggu hanya ada sampai stasiun Tanah Abang. Dari stasiun Tanah Abang dilanjutkan dengan komilet 08 Tanah Abang-Kota. Turun di Kota. Kan? Gampang toh. Hehehe... Untuk yang hobi fotografi, di sinilah objek2 menarik bisa ditemui. Top markotop pokoknya. Tiket masuk museum murah kok. Masih lebih murah dari nonton film di bioskop yang sekali tayang 25rb. Ini cuma DUA RIBU rupiah sajah. See? Masa' dengan duit 2rb saja enggan berkunjung ke museum? Dudul.

Next museum adalah Museum Prasasti dan Museum Nasional. Museum Taman Prasasti ini adalah makam Belanda. Jadi di sini berisi makam Belanda jaman dahulu kala. Besar2 nisannya. Dan banyak patung malaikatnya. Sering banget dibuat syuting video klip. Terletak di jl. Tanah Abang I. Kalo naik angkutan umum agak sulit ditempuh. Karena tidak ada angkutan umum yang melewati depan Prasasti. Dari stasiun Tanah Abang dilanjut deng komilet 08 Tanah Abang-Kota turun di depan jalan Tanah Abang I. Trus dilanjutkan dengan mlampah atawa jalan kaki. Yah cuma 100 meter doang. 5 menit jalan kaki. ^^ Tapi kemarin waktu ke sana keadaannya sungguh mengenaskan. Sepi (yah maklum makam gitu...^^). Gersang (apa karena musim kemarau ya?). Melihat itu saya jadi berandai2 dan membayangkan. Andaikan seluruh permukaan tanahnya ditanami rumput jepang atau rumput gajah. Dan dirawat. Pastilah keren abis. Nisan2 besar, patung2 malaikat di antara hijaunya rumput dan rindangnya pohon. Cool... Hehehe... Padahal di sebelah Museum Taman Prasasti ada Kantor Walikota Jakarta Pusat! Pelisss...deh. Gak perhatian banget sih pemkotnya. Oh..iya..htm-nya 2rb rupiah saja kok.

Dari Prasasti, tujuan selanjutnya adalah Museum Nasional alias Museum Gajah. Ada patung gajah di halaman depannya. Munas ini letaknya berseberangan dengan Monas. Hayoo...yang sering ke Monas tau gak ada Munas? Jangan cuma ngeceng n nongkrong doang dong. Tengok2lah sejarah bangsa di museum. Biar gk mau kalo ditanya orang asing tentang Indonesia. Trus bilang 'emm...gak tau.'. Jyaahhh...basi. Kembali ke Munas. Jadi kalo mau ke Munas, asal udah nyampe Monas gampang kok. Munas terdiri dari 2 gedung. Yang satu gedung lama (ada patung gajahnya) dan yang satunya gedung baru. Di gedung lama berisi koleksi arca2, monumen2 batu, prasasti2, patung2 batu, lalu semua hal yang berhubungan dengan kebudayaan Indonesia. Pakaian adat, ritual, dll. Ada yang menarik perhatian saya di sana. Kain tenun tradisional yang terbuat dari serat tumbuhan (duh lupa...dr pohon apa ya?). Hei...kita bisa lho memberdayakan itu. Pasti punya nilai jual yang lumayan. Ternyata sense of art suku2 di Indonesia tinggi juga. Yah yang kalo menurut kita yang sudah tersentuh moderenisasi ini bilang mereka masih agak primitif. Seperti suku di Papua yang bajunya minim bukan porno. Kalung tulang babi mereka nyeni juga lho. Tulang2 dipotong2 lalu dironce dari tulang2 berdiameter kecil, sedang, lalu besar, sedang, lalu kecil lagi. Hehe.. Manik2nya juga bagus. Good.

Koleksi di gedung baru berisi tentang manusia dan interaksi manusia terhadap lingkungannya. Ada koleksi emas di lantai 4. Mana eskalator per lantai mati. Saking sepinya. Naik eskalator yang sangat curam. Ngos2an dan takut jatuh. Tau gt naik lift. Nyala liftnya. Duduls. Untuk koleksi sebanyak dah selengkap itu, pengunjung Munas dikenai biaya yang sangat tidak masuk akal. HANYA 750 rupiah!! Halooo...masih mahalan ke toilet umum seribu perak. Gila tuh. Saya disuruh bayar 5rb rupiah juga gak keberatan kok.Pasti subsidi dari pemerintah besar sekali untuk biaya operasional museum. Hmm...
Bukankah bangsa yang besar adalah yang menghargai sejarah bangsanya? Bukankah sebagai warganegara yang baik seharusnya tahu budaya bangsanya (jadi inget pertanyaan mas wiro 'badik dari daerah mana?' ^^')? Rasa memiliki, bangga dan nasionalisme bangsa Indonesia itu rendah. Yah termasuk saya. Ayo dong ditingkatkan biar gak malu ketika ditanya orang asing tentang Indonesia. ^_^

So rajin2lah berkunjung ke museum. Gak kuno ato gak mengurangi kekerenan kalian jika berkunjung ke museum. Bisa dapet banyak inspirasi lho dari koleksi2 museum. Enjoy it!!

Salah satu museum yang sangat...sangat...ingin saya kunjungi adalah Museum Smithsonian di amrik sono (kyanya...lupa). Digoogling aja kalo mau tau. Kapan ya bisa ke sana? Huff.... Semoga... Amin.

Enjoy museum!
Hidup Museum Indonesia!!
^_^

02 October, 2009

Batik...batik...batik..


Hari ini wajib batik. Hehehe. Foto2 yang lain menyusul.